Kenduri Kue Apam di Siak, Tradisi Sambut Ramadan yang Sarat Makna

SIAK – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai Gedung LAMR Kabupaten Siak, Selasa (13/1/2026), saat masyarakat bersama sejumlah tokoh daerah mengikuti tradisi kenduri sedekah kue apam yang dirangkai dengan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan.
Kegiatan tersebut dihadiri berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, tokoh adat LAMR Siak, tokoh agama, pelajar, hingga anak yatim. Kehadiran mereka menambah kekhidmatan dalam tradisi yang telah lama menjadi bagian dari budaya masyarakat Melayu Siak.
Rangkaian acara berlangsung sederhana namun sarat makna, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, doa bersama, sambutan, tausyiah, hingga ditutup dengan makan bersama dalam suasana kekeluargaan.
Kue apam dalam tradisi ini bukan sekadar hidangan, melainkan memiliki makna simbolis sebagai bentuk permohonan ampun kepada Allah SWT serta penyucian diri sebelum memasuki bulan Ramadan. Nilai religius tersebut berpadu dengan kearifan lokal yang terus dijaga secara turun-temurun.
Selain sebagai tradisi keagamaan, kenduri kue apam juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi agenda wisata budaya tahunan di Kabupaten Siak. Hal ini diharapkan dapat memperkenalkan kekayaan budaya Melayu kepada masyarakat luas sekaligus melibatkan generasi muda dalam pelestariannya.
