
SIAK – Bupati Siak Afni Zulkifli melantik sebanyak 60 Pejabat Administrator dan Pejabat Pengawas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Siak. Pelantikan digelar di Balai Rung Datuk 4 Suku, Komplek Perumahan Rakyat Abdi Praja, Kecamatan Siak, Kamis (12/3/2026).
Dalam sambutannya, Afni menjelaskan bahwa sistem penyusunan dan komposisi jabatan saat ini telah mengalami perubahan dan harus mengikuti ketentuan serta kriteria yang berlaku secara nasional, tidak semata berdasarkan keputusan kepala daerah.
“Kedepannya Pemerintah Kabupaten Siak juga akan mulai menerapkan manajemen talenta. Karena itu saya berpesan, baik yang dilantik maupun tidak, jadilah ASN yang profesional dan berintegritas dalam melayani masyarakat,” ujar Afni.
Ia menyebut dari 60 pejabat yang dilantik, sebagian besar merupakan pejabat promosi tanpa adanya demosi. Menurutnya, hal itu dilakukan untuk memperkuat kinerja organisasi perangkat daerah agar lebih optimal dalam mencapai target kerja.
“Pejabat yang dilantik ini merupakan promosi. Tujuannya agar organisasi memiliki tim kerja yang sejalan dan mampu mencapai target yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Afni juga menyoroti kondisi keuangan daerah yang saat ini masih mengalami tekanan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa pelayanan dasar kepada masyarakat tetap harus menjadi prioritas utama.
“Dalam kondisi keuangan daerah seperti sekarang, pelayanan kepada masyarakat tetap harus berjalan dan bahkan ditingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan bahwa penempatan pejabat pada situasi saat ini merupakan bagian dari proses dan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh komitmen.
“Ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan semangat untuk tetap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjutnya.
Selain itu, Afni meminta para pimpinan perangkat daerah untuk menjadi penyampai informasi yang akurat kepada jajaran di bawahnya guna mencegah terjadinya kesalahpahaman.
“Saya harap kepala perangkat daerah bisa menjadi penyambung informasi yang benar kepada stafnya, agar tidak terjadi miskomunikasi yang bisa berujung pada kesalahpahaman,” tutupnya.
