Siak – Pasca aksi anarkisme yang terjadi di areal PT. SSL Kampung Tumang, Kecamatan Siak, Pemerintah Kabupaten Siak bersama DPRD dan Polres Siak menggelar forum mediasi dengan perwakilan masyarakat. Pertemuan ini dihadiri unsur Forkopimda, perangkat kampung, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta perwakilan warga dari sejumlah kampung.
Dalam forum tersebut, para tokoh menyampaikan himbauan agar masyarakat tetap menjaga ketenangan, tidak mudah terprovokasi, serta menyerahkan sepenuhnya penanganan hukum kepada pihak yang berwenang.
Camat Siak, Arie Darmawan, menegaskan bahwa aksi anarkis yang terjadi sangat disayangkan. Ia mengajak warga untuk tidak mengulang peristiwa serupa. “Mari kita ciptakan rasa aman, percayakan proses hukum kepada kepolisian, dan jalani aktivitas sehari-hari seperti biasa. Jangan ada lagi aksi yang justru merugikan masyarakat sendiri,” ujarnya.
Ketua DPRD Siak, Indra Gunawan, juga memberikan pesan serupa. Ia meminta masyarakat jangan mudah terhasut provokasi. “Kalau ada masalah, sampaikan melalui kepala desa, Bhabinkamtibmas, maupun Bhabinsa. Jangan bertindak sendiri. Mari kita jaga desa tetap kondusif dan tidak terpengaruh isu-isu menyesatkan,” tegasnya.
Kasat Intelkam Polres Siak IPTU Risman Nurhendri, S.H., M.H. turut mengingatkan masyarakat agar tidak khawatir berlebihan. “Bagi yang tidak merasa bersalah, jalani saja aktivitas seperti biasa. Jangan tinggalkan kampung. Mari kita jaga bersama situasi agar tetap aman dan kondusif,” katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pesan damai, pada kegiatan mediasi juga dipasang spanduk himbauan dengan tulisan:
> “Menghimbau Kepada Seluruh Masyarakat Kampung Tumang dan Merempan Hulu Mari Bersama-sama Menjaga Kestabilan, Jangan Mudah Terprovokasi Maupun Ajakan Lain, Serahkan Upaya Hukum Semua Kepada Pemerintah Kabupaten Siak dan Polres Siak.”
Spanduk tersebut juga menampilkan pesan damai melalui tagar:
#KAMPUNGTUMANGDAMAI #CINTATUMANGSEPENUHHATI #TUMANGKAMPUNGTERCINTA
Saat ini, berdasarkan pantauan, kondisi di Kampung Tumang pasca kerusuhan mulai berangsur pulih. Aktivitas masyarakat perlahan kembali normal, meski aparat kepolisian dan pemerintah tetap melakukan pemantauan serta langkah persuasif untuk memastikan situasi tetap kondusif.
