
Siak – Polres Siak melalui Satuan Intelkam melakukan langkah pendekatan persuasif guna meredam potensi konflik internal Federasi Serikat Pekerja Transport Indonesia (F.SPTI)–K.SPSI di Kabupaten Siak. Langkah ini dilakukan menyusul munculnya tiga kubu kepemimpinan yang saling mengklaim legitimasi organisasi.
Ketiga kubu tersebut yakni kelompok Dedi Kusnedi, Nelson Manalu, dan Unggal Gultom. Konflik dipicu oleh perbedaan klaim kepengurusan serta keabsahan penggunaan atribut organisasi di lapangan.
Dari informasi yang dihimpun, kubu Dedi Kusnedi dan Nelson Manalu telah memperkuat posisi dengan melakukan pencatatan di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Siak sebagai bentuk pengakuan administratif. Sementara itu, kubu Nelson Manalu dinilai lebih dominan dalam aktivitas operasional karena telah lama menjalankan kerja sama melalui Kontrak Kerja Bersama (KKB) dengan sejumlah perusahaan.
Di sisi lain, kubu Unggal Gultom menegaskan klaim terhadap penggunaan logo organisasi dan menyatakan akan menempuh jalur hukum apabila terdapat pihak yang menggunakan atribut tanpa izin.
Menyikapi dinamika tersebut, jajaran Sat Intelkam Polres Siak melakukan berbagai upaya melalui komunikasi langsung, silaturahmi, serta penyampaian pesan-pesan kamtibmas kepada masing-masing pihak.
Dalam komunikasi tersebut, kubu Nelson Manalu menyatakan tetap menjalankan aktivitas kerja seperti biasa berdasarkan KKB yang telah berjalan. Sedangkan kubu Unggal Gultom menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan melalui jalur hukum.
Sementara itu, pihak Disnakertrans Kabupaten Siak menegaskan bahwa instansi hanya berwenang mencatat keberadaan organisasi pekerja sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000. Adapun terkait keabsahan internal organisasi, hal tersebut menjadi ranah pengadilan atau keputusan dari pengurus pusat.
Polres Siak mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian melalui dialog serta mediasi guna menghindari konflik terbuka yang dapat mengganggu stabilitas keamanan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya menjaga situasi tetap kondusif di wilayah Kabupaten Siak, yang merupakan daerah strategis dengan aktivitas industri dan investasi yang terus berkembang.
