
SIAK – Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, mengungkapkan bahwa luas lahan yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Siak periode 1 Januari hingga 18 Februari 2026 mencapai sekitar 63,53 hektare.
Hal tersebut disampaikannya saat memimpin Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) bersama perangkat daerah dalam rangka pencegahan karhutla tahun 2026, yang digelar di Balairung Datuk Empat Suku, Komplek Rumah Rakyat, Rabu (18/2/2026).
Syamsurizal menjelaskan bahwa dalam penanganan karhutla, sejumlah kendala masih kerap dihadapi, terutama keterbatasan sumber air di lokasi kebakaran akibat musim kemarau. Selain itu, faktor akses jalan menuju lokasi yang sulit, kondisi angin, serta kurangnya informasi dan tanggung jawab pemilik lahan juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pemadaman.
Ia menyebutkan bahwa titik kebakaran tersebar di delapan kecamatan, yaitu Koto Gasib, Pusako, Kandis, Sungai Apit, Tualang, Siak, Mempura, dan Dayun, yang mencakup sekitar 65 persen dari total kecamatan di Kabupaten Siak.
“Karhutla terjadi di delapan kecamatan. Ini menjadi perhatian serius kita bersama,” jelasnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa secara umum kondisi Kabupaten Siak hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan terkendali berkat kerja sama lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanganan di lapangan.
“Alhamdulillah, Kabupaten Siak masih relatif aman. Kami berharap seluruh pihak, termasuk perusahaan di sekitar wilayah terdampak, tidak hanya menjaga lahannya masing-masing, tetapi juga ikut membantu jika terjadi kebakaran di lingkungan sekitar,” ujar Syamsurizal.
Ia menambahkan, sinergi antara pemerintah daerah, aparat, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menekan potensi karhutla agar tidak semakin meluas di wilayah Kabupaten Siak.
