Siak – Polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan seorang nenek di Desa Suka Mulia, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, dalam waktu kurang dari 12 jam. Pelaku diketahui merupakan cucu kandung korban dengan motif ingin menguasai uang hasil penjualan sawit.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasi Humas Polres Siak Aiptu Dedek Prayoga mengatakan, pelaku berinisial IA (21) berhasil diamankan setelah dilakukan penyelidikan intensif oleh petugas.
“Peristiwa ini dilaporkan pada Kamis, 2 April 2026 sekitar pukul 19.30 WIB oleh anak kandung korban karena sejak pagi tidak melihat korban dan rumah dalam keadaan terkunci,” kata Dedek.
Salah seorang saksi, Priastuti, sempat melihat lampu rumah korban masih menyala pada Kamis (2/4/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 18.30 WIB, Priastuti dihubungi oleh Sarwoedi yang merupakan cucu korban untuk menanyakan keberadaan neneknya.
Pelapor kemudian kembali ke rumah korban dan memanggil korban, namun tidak mendapat respons. Bersama sejumlah tetangga, pelapor lalu mencongkel jendela rumah dan masuk ke dalam. Korban ditemukan sudah terbaring dalam kondisi tidak bernyawa serta berlumuran darah.
“Kita melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi. Indikasi kuat mengarah kepada IA yang merupakan cucu korban. Diduga pelaku sudah melarikan diri setelah kejadian,” ujarnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi berhasil menangkap IA di salah satu hotel di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, pada Jumat, 3 April 2026 sekitar pukul 03.20 WIB.
“Dari hasil interogasi, pelaku mengakui telah membunuh Sutiyah pada 1 April 2026 dengan cara menggorok menggunakan parang. Pelaku juga mengambil uang tunai Rp15 juta, perhiasan emas, dan satu unit handphone milik korban,” jelas Dedek.
Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti dibawa ke Polres Siak untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Barang bukti yang diamankan antara lain satu unit ponsel Infinix Smart 10 warna biru, uang tunai sebesar Rp3.638.000, satu bilah pisau bergagang kayu, serta satu bilah parang yang terdapat bercak darah.

