
Siak – Puluhan mahasiswa asal Kabupaten Siak yang tergabung dalam Aliansi Siak Bersuara menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Bupati Siak dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Siak. Mereka menuntut transparansi pengelolaan anggaran daerah, khususnya pemangkasan hingga 50% dana Beasiswa PKH dan Betunas, yang dianggap merugikan mahasiswa di wilayah Kabupaten Siak.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti dugaan penyimpangan pada sejumlah proyek pemerintah daerah, seperti proyek Videotron, Jembatan Kaca, Telur Asin, dan BSP. Mereka menuntut agar Kejari Siak menindaklanjuti dugaan korupsi dan pengondisian proyek, termasuk indikasi pengondisian pemenang lelang proyek.
Menanggapi aksi tersebut, Kasat Intelkam Polres Siak, Iptu Risman Nurhendri, S.H., M.H., melalui PS. Kanit Sosbud Sat Intelkam Polres Siak, Bripka Wempy Gunawan, menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus melakukan pendekatan persuasif dan memberikan pemahaman kepada mahasiswa untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif.
“Kami memberikan pemahaman secara berkelanjutan kepada Koordinator aksi, Sdr. Rio Saputra, agar mahasiswa bersama-sama menjaga keamanan, tidak mudah terprovokasi, dan tetap menjaga stabilitas Kamtibmas. Hal ini penting agar aspirasi mahasiswa tersampaikan secara tertib dan tidak menimbulkan konflik sosial,” jelas Bripka Wempy.
Menanggapi pendekatan tersebut, Rio Saputra mengapresiasi langkah pihak kepolisian dan berjanji akan menyampaikan pesan ini kepada rekan-rekannya.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Sat Intelkam Polres Siak yang selalu memberikan pemahaman. Kami juga akan rutin menginformasikan setiap kegiatan kepada pihak kepolisian untuk memastikan situasi tetap kondusif,” ujar Rio.
Aksi mahasiswa ini menunjukkan upaya aktif generasi muda di Kabupaten Siak dalam mengawal anggaran pendidikan dan proyek pembangunan daerah agar transparan dan akuntabel. Pihak kepolisian menegaskan akan terus memonitor situasi sekaligus memastikan hak mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi tetap terlindungi.
