
SIAK — Upaya pendekatan yang dilakukan Satuan Intelkam Polres Siak dalam menangani konflik agraria di Kampung Rawang Air Putih, Kecamatan Siak, terus menunjukkan perkembangan. Selain meredam potensi benturan antar kelompok, polisi juga mendorong transparansi pengelolaan lahan serta percepatan penyelesaian konflik secara menyeluruh.
Pendekatan tidak hanya dilakukan kepada kelompok masyarakat di lapangan, tetapi juga terhadap pihak-pihak yang terlibat dalam pengelolaan lahan. Dalam pertemuan dengan pihak pengelola, aparat menekankan pentingnya penyelesaian konflik secara damai, transparansi hasil panen, serta pemenuhan kewajiban pembayaran upah pekerja guna mencegah munculnya persoalan baru.
Dalam proses tersebut, terungkap adanya dinamika internal terkait pengelolaan lahan, termasuk persoalan transparansi keuangan, pembagian hasil, serta perubahan kuasa pengelolaan yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di antara pihak-pihak terkait.
Pihak pengelola menyatakan akan melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan kejelasan sistem pengelolaan, transparansi keuangan, serta penyelesaian kewajiban terhadap pekerja. Mereka juga menegaskan komitmennya untuk mendukung penyelesaian konflik melalui jalur musyawarah dan mekanisme hukum yang berlaku, serta menjaga situasi tetap kondusif.
Pendekatan juga dilakukan kepada pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan sengketa lahan. Dalam kesempatan tersebut, aparat kepolisian menekankan agar seluruh pihak tetap berpegang pada kesepakatan perdamaian yang telah disepakati sebelumnya, serta tidak melakukan tindakan di luar mekanisme yang dapat memicu konflik lanjutan.
Pihak terkait menyampaikan bahwa proses penyelesaian masih berjalan, khususnya terkait verifikasi lahan dan pelaksanaan kesepakatan yang belum sepenuhnya terealisasi. Meski demikian, mereka menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi tetap aman serta menghindari tindakan yang berpotensi memicu ketegangan di lapangan.
Selain itu, disampaikan pula dukungan terhadap penertiban aktivitas pengamanan di lapangan agar tetap sesuai dengan ketentuan hukum dan tidak menimbulkan potensi konflik antar kelompok.
Secara umum, seluruh pihak menunjukkan sikap kooperatif dan mendukung upaya menjaga stabilitas keamanan di lokasi sengketa. Penyelesaian konflik diharapkan dapat dicapai melalui komunikasi yang intensif, musyawarah, serta mekanisme hukum yang sah.
Polres Siak memastikan akan terus melakukan pemantauan dan pendekatan secara berkelanjutan guna mencegah eskalasi konflik serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah tersebut.
