
SIAK-.Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan Presiden untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak dini menuai beragam tanggapan di masyarakat. Program ini ditujukan untuk memenuhi hak gizi anak, menekan stunting, serta memastikan anak tumbuh sehat dan cerdas.
Meski memiliki tujuan positif, pelaksanaan program tersebut dinilai sebagian masyarakat masih memiliki kekurangan dan ketimpangan, terutama dalam penerapan di lapangan.
Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar melalui Kasat Intelkam Polres Siak AKP Risman Nurhendri mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai kelompok masyarakat terkait dinamika tersebut.
“Koordinasi dilakukan untuk menampung masukan masyarakat terhadap pelaksanaan program,” ujar AKP Risman.
Di lapangan, ditemukan adanya kelompok masyarakat yang menyampaikan penolakan, khususnya di Kecamatan Dayun. Mereka menilai program tersebut belum berjalan sesuai tujuan, bahkan dianggap berpotensi membebani keuangan negara dan berdampak pada sektor lain seperti pembangunan infrastruktur hingga anggaran desa.
Selain itu, ada pula anggapan bahwa pelaksanaan program lebih banyak menguntungkan pihak tertentu yang memiliki akses dalam pengelolaan kegiatan. Dari sisi penerima manfaat, sebagian masyarakat menyebut makanan yang disalurkan tidak selalu dikonsumsi karena menu dinilai kurang sesuai dengan selera atau kondisi penerima.
Namun, tidak semua pihak menolak. Sejumlah kalangan, seperti majelis guru di sekolah penerima manfaat, mendukung program tersebut. Mereka menilai program MBG membantu memastikan asupan gizi siswa lebih terjamin dibandingkan makanan yang dibawa atau dibeli sendiri di sekolah.
Perbedaan pandangan ini menjadi dinamika di tengah masyarakat. Aparat setempat terus melakukan komunikasi dengan berbagai pihak guna menjaga situasi tetap kondusif.
Hingga saat ini, kondisi di wilayah Siak, khususnya Kecamatan Dayun, dilaporkan tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal meski terdapat pro dan kontra terhadap program tersebut.
